| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Aluminium hidroksida (Aluminium hidroksida), juga dikenal sebagai aluminium trihidrat (ATH), adalah penghambat api anorganik yang banyak digunakan. Efek tahan api terutama tercermin dalam aspek berikut: Tindakan endotermik: Aluminium hidroksida mulai terurai dan menyerap panas pada suhu antara 200°C dan 300°C, melepaskan air berbentuk kristal. Proses endotermik ini dapat menurunkan suhu polimer, sehingga memperlambat dekomposisi termal dan laju pembakarannya. Efek pengenceran: Uap air yang dihasilkan selama dekomposisi dapat mengencerkan oksigen dan gas yang mudah terbakar di area pembakaran, mengurangi konsentrasinya dan menghambat reaksi pembakaran. Efek cakupan: Aluminium oksida (Al2O3) yang dihasilkan setelah penguraian aluminium hidroksida dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan polimer, yang dapat mengisolasi oksigen dan mencegah pembakaran lebih lanjut. Efek karbonisasi: Aluminium hidroksida dapat mendorong pembentukan lapisan karbonisasi pada permukaan polimer dalam kondisi pembakaran. Lapisan berkarbonisasi ini dapat menghalangi perpindahan panas dan oksigen sehingga menekan proses pembakaran. Area penerapan penghambat api aluminium hidroksida sangat luas, termasuk plastik, karet, pelapis, bahan bangunan, industri elektronik, dll. Pada produk plastik, jumlah penambahan aluminium hidroksida biasanya perlu mencapai proporsi tertentu agar dapat menunjukkan ketahanan api yang baik. Selain itu, aluminium hidroksida dapat digunakan bersama dengan penghambat api lainnya seperti magnesium hidroksida, fosfor merah, dll., untuk menghasilkan efek sinergis dan meningkatkan kinerja tahan api. Untuk meningkatkan kompatibilitas dan dispersi aluminium hidroksida dengan polimer, sering kali dilakukan perlakuan modifikasi permukaan, seperti menggunakan bahan penggandeng atau surfaktan untuk pemrosesan, untuk mengurangi penggunaannya dan meningkatkan efek tahan api. Singkatnya, aluminium hidroksida, sebagai penghambat api anorganik yang ramah lingkungan, tidak beracun, tidak korosif, dan berbiaya rendah, memainkan peran penting dalam bidang penghambatan api bahan bermolekul tinggi.
Indeks Kualitas
Nomor seri |
Proyek | Satuan | Indeks |
| 1 | AL(OH)3 | %≥ |
99.6 |
| 2 | Al203 | %≥ |
64.5 |
| 3 | SiO2 | % |
0.04 |
| 4 | Fe203 | % |
0.03 |
| 5 | Na20 | % |
0.3 |
| 6 | Rasio keputihan | %≥ |
97 |
| 7 | Soda api | % | 34,5±0,5 |
| 8 | granularitas | Partikel% | ≤2um≥85 |
| D50um | ≤1.0 |